Pastikan Selalu Beribadah dengan Pakaian Bersih





“DAN Pakaianmu bersihkanlah” (QS.Al Mudatstsir (74) : 4)

Firman Allah SWT ini memerintahkan pada kita untuk shalat menggunakan pakaian yang suci (bersih).
Kemudian Rasulullah SAW menyuruh untuk membasuh darah haid yang mengenai pakaian. Selain itu ketika Rasulullah SAW mengerjakan shalat dan menggendong Umamah binti Abi ‘Ash, dimana dia adalah bayi wanita yang mengenakan pakaian bayi.

Adapun seseorang yang sholat mengenakan pakaian yang mengetahui bahwa pakaian itu terkena najis, maka ia harus mengulang shalatnya dengan mengganti pakaiannya.



Kemudian, setiap pakaian yang mengandung najis seperti kotoran air besar, kencing, darah, khamer, atau apapun hal yang diharamkan dalam bentuk berbagai macam, lalu pemiliknya mengetahuinya bahwa kain itu terdapat najis baik yang terlihat secara jelas maupun tidak, maka ia harus membasuhnya dan membersihkannya atau mengganti pakaiannya.

Sumber : Imam Syafi’i Ringkasan Kitab Al Umm/Imam Syafi’i Abu Abdullah Muhammad bin Idris/Buku Islam Rahmatan/Jakarta 2004.

Sumber

komentar :


Selengkapnya

Kisah Nyata, Ketika Tentara Allah Bantu Rakyat Palestina saat Intifadhah

Kisah%2BNyata%252C%2BKetika%2BTentara%2BAllah%2BBantu%2BRakyat%2BPalestina%2Bsaat%2BIntifadhah
“Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.(Qs.Muhammad Ayat 7). Firman Allah ini sepertinya menjadi kekuatan bagi pejuang Intifadha di Palestina.
Bala tentara Allah SWT seperti terlihat turun membantu Rakyat Palestina di setiap perang, begitu juga pada Intifadha III, Rabu 8 Des 2015 kejadian nyata terjadi di wilayah Beer Sheva Tepi Barat Palestina.

Seperti diceritakan relawan Indonesia di Palestina, Abdillah Onim, lewat laman Facebooknya, Jum’at (11/12/2015) seorang pemuda Palestina berhasil menghantam 4 orang Yahudi ekstrim dengan menggunakan pisau, 4 yahudi tergeletak tak berdaya dan mengalami luka-luka.

Serentak sepasukan militer Yahudi mengepung seorang pemuda itu, terpojok dan hanya pasrah tinggal menunggu di eksekusi tembak mati oleh militer Yahudi israel. Namun militer yahudi itu nampak gugup dan terlihat bingung, tubuh mereka bergerak saat memalingkan pandangannya ke belakang ke arah 4 warga yahudi, mereka seperti melihat secara kasat mata sepasukan yang muncul tiba-tiba dihadapan mereka.

Mereka seperti melihat Pasukan jihad (Bala tentara Allah-red) yang mengenakan topeng dan hanya terlihat mata, memegang senjata dan memikul roket pelontar (RPJ), sedangkan pemuda Palestina itu tidak melihat mereka.

Melihat kejadian aneh tersebut, dengan jurus langka seribu pasukan militer Yahudi itu lari tunggang langgang.

Akhirnya pemuda Palestina tersebut lolos dari eksekusi tembak oleh militer Yahudi.[Islamedia/onim/YL]

komentar :


Selengkapnya

"FAKTA MEDIS BAHAYA LGBT" by @marimar_auw


dr. @marimar_auw:

1. Statistik Amerika Serikat: Laki-laki gay & bisex merupakan kelompok masyarakat yg paling parah terkena HIV.

2. Di US, 81% orang yg terkena HIV merupakan gay dan/atau bisex.

3. 78% kasus baru HIV pada laki-laki merupakan lelaki yg berhubungan sex dg sesama lelaki.

4. 15-47 % MTF (male-to-female) transgender terinfeksi HIV.

5. Di US aja 5000 gay meninggal /tahun karena HIV.

6. Yang sexnya free aja udah faktor risiko AIDS. Tambah pula dg same sex.

7. Tambah pula pan/bisex. Dapet virus dari pasangan homo, lalu di rumah ditularin ke istri.

8. Tindakan LGBT berlawanan dg penelitian ilmiah.

9. LGBT perlu diedukasi bahwa ide & perilaku mereka berbahaya karena bisa MENULARKAN penyakit.

10. Yang saya lawan itu idenya yg membawa penyakit. Orangnya mah saya rawat & edukasi tiap hari.

11. Kami malah pengen LGBT yg udah kena HIV bisa tobat, produktif & mencegah supaya warga ga ketular.

12. Sesuai keilmuan, homosex sendiri perilaku berisiko. Jadi aku emang mengedukasi ke arah hetero.

13. Data tak bohong. Ilmuan tetap jujur, di negara liberal sekalipun. Bahwa perilaku & orientasi sex selain yg lazim, berisiko tinggi HIV.

14. Tidak hanya HIV, infeksi seksual lain didominasi MSM (men sex with men) - pengobatannya susah, menyakitkan dan kambuh terus.

15. Fakta medis sudah jelas kenapa LGBT diharamkan dalam Islam (bahkan semua agama).

___
*dari twit @marimar_auw , petugas kesehatan dan Relawan BSMI Jakarta

komentar :


Selengkapnya

Terjadinya Peristiwa Kiamat pada Hari Jumat


http://2.bp.blogspot.com/-T7fYPNJzNdk/VU32ZWTMx6I/AAAAAAAAAas/qnMU5ZZEDAA/s1600/13%2Btanda%2Bkiamat.jpg

Dari Aus bin ‘Aus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam meninggal; di hari itu, tiupan sangkakala pertama dilaksanakan; di hari itu pula, tiupan kedua dilakukan,” (HR.  Muslim no. 854).

DALAM hadist ini sudah disebutkan secara gamblang bahwa kiamat hanya akan terjadi pada hari Jum’at. Bagi kaum Muslimin, Jumat adalah hari yang utama dalam sepekan. Juga pada hari tersebut Adam diciptakan, di hari itu pula beliau dimasukkan dalam surga, juga pada hari tersebut beliau dikeluarkan dari surga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jum’at itu juga dia dikeluarkan dari Surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at” (HR. Muslim no. 854)



Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Hadits di atas menyebutkan keistimewaan hari Jum’at dibanding hari-hari lainnya. Hari Jum’at adalah hari terbaik dalam sepekan. Sedangkan hari Arofah adalah hari terbaik dalam setahun.

2- Dalam hadits di atas tidak semuanya menyebutkan keutamaan hari Jum’at. Mengenai keluarnya Adam dari surga dan terjadinya kiamat tidaklah teranggap sebagai keutamaan hari Jum’at namun menceritakan mengenai perkara besar yang nanti akan terjadi. Demikian penjelasan Al Qodhi ‘Iyadh.

3- Hadits tersebut menunjukkan bahwa seorang hamba di hari Jum’at hendaklah mempersiapkan diri dengan berbagai amalan sholih supaya mendapatkan rahmat Allah dan tercegah dari murka Allah. Demikian juga penjelasan dari Al Qodhi ‘Iyadh.

4- Hari kiamat disegerakan sebagai balasan bagi para nabi, shiddiqin, para wali Allah dan selainnya, juga untuk menampakkan karomah dan kemuliaan mereka.
(Disarikan dari Syarh Muslim, Imam Nawawi, 6: 142)

Namun kapan tanggal pasti kiamat itu datang, tidak ada yang mengetahuinya.  “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al Ahzab: 63).

Sumber

komentar :


Selengkapnya

Pada Hari Kiamat, Orang Ini Dibangkitkan Seperti Kambing

Hari kiamat merupakan kepastian yang akan terjadi. Setelah hancurnya alam semesta nanti, manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar untuk menjalani hari penghakiman. Surga dan neraka menjadi tempat yang akan dituju berdasarkan amal baik atau buruk  manusia.

Sebelumnya, manusia akan dibangkitkan terlebih dahulu dengan rupa yang sesuai dengan amalan semasa hidup. Ada yang dibangkitkan dengan wajah yang dirobek, tidak ada tangan dan kaki, perutnya membesar bagaikan bukit dan masih banyak rupa lainnya.

Ada juga manusia yang dibangkitkan dalam rupa menyerupai anak kambing. Mereka memohon ampunan kepada Allah namun tidak diterima. Apa dosa yang dilakukan di dunia, sehingga Allah demikian marah dan merubahnya menjadi seekor kambing? Berikut ulasannya.

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda bahwa pada hari kiamat nanti ada manusia yang dibangkitkan dalam rupa anak kambing. Allah SWT berfirman yang artinya:

“Aku telah memberimu, mengaruniakan kepadamu, dan menganugerahkan kepadamu kenikmatan. Lalu, apakah yang kauperbuat?”

Riwayat di atas dikutip Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam ‘Uddatush Shabirin. Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban terhadap hamba-Nya ini, meski Dia Maha Mengetahui.

Manusia dalam rupa kambing ini kemudia menjawab bahwa semasa hidup di dunia Ia mengumpulkan harta dan mengembangkannya. Ketika Ia meninggal harta tersebut terkumpul dalam jumlah yang banyak.

“Wahai Tuhanku, harta itu kuhimpun. Kemudian, aku mengembangkannya. Karenanya, aku meninggalkannya dalam jumlah yang jauh lebih melimpah dari semula. Maka, kembalikanlah aku ke dunia. Agar bisa kuambil dan kutunjukkan kepada-Mu”

Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Ternyata, dia adalah seorang hamba yang tidak pernah melakukan satu pun amal kebaikan. Maka sebagai balasannya,  Dia pun dijebloskan ke dalam neraka.” (HR Tirmidzi 2427)

Sungguh sangat banyak umat kini yang hanya memikirkan diri sendiri dan tidak lagi memperhatikan orang lain. Bahkan tidak jarang tindakan saling menolong justru dilakukan untuk jalan keburukan dan kejahatan.

Sejatinya manusia hanya hidup sementara, tidak ada yang abadi di dunia ini selain Allah SWT. Lantas untuk apa kita memperkaya diri tanpa membantu sesama jika pada akhirnya harta ini yang akan menjebloskan diri ke dalam neraka.

komentar :


Selengkapnya

Mengenal Apa Itu Babi Mangalitsa





DALAM satu tahun terakhir, santer di media sosial tentang binatang bernama Mangalitsa, khususnya melalui Whatsapp. Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa Mangalitsa merupakan hasil persilangan babi dengan biri-biri(domba). Ditambah lagi data-data bahwa dagingnya telah tersebar dengan harga murah dari interent yang belum jelas sumbernya.

Akibatnya, informasi itu cukup meresahkan masyarakat, terutama bagi konsumen muslim. Berikut sedikit ulasan tentang mangalitsa.

Menurut para ahli perhewanan IPB seperti dikutip dari http://bimasislam.kemenag.go.id, Mangalitsa merupakan nama untuk satu spesis binatang, yaitu: Babi Berbulu seperti Biri-biri, atau dalam bahasa Hungaria dikenal dengan istilah Mangalica yang dikenal sebagai Hog kerinting rambut.

Babi Mangalitsa merupakan babi jenis lain yang mempunyai bulu yang panjang, yaitu jenis “Lincolnshire Curly Coat of England”. Sebelumnya Mangalitsaditernak untuk mendapatkan lemak babi. Mangalitsa adalah jenis babi yang paling populer di daerah Balkan,sehingga 1950 (terdapat 30.000 babi jenis ini di Hungary pada tahun 1943).

Mangalitsa bukanlah spesies yang benar-benar baru. Ia dikembangkan di abad 19, sekitar tahun 1830, dari persilangan antara babi jenis Bakonyi dan Szalontai asal Hungaria dengan babi Sumadia asal Serbia. Persilangan itu menghasilkan babi yang aneh.

Jika biasanya babi tidak memiliki bulu, babi Mangalitsa ini memiliki bulu tebal seperti biri-biri. Sebagian Mangalitsa berbulu coklat kehitam-hitaman, namun ada pula yang berbulu putih. Kondisi berbulu seperti inilah yang sering mengindikasikan mangalitsa seperti biri-biri.

Pada 2006, Mangalitsa mulai diimpor ke Inggris. BBC mengakui, orang yang pertama kali melihat mereka pasti akan berpikir bahwa mereka adalah domba.

http://2.bp.blogspot.com/-dowDEfudnTU/VOyHfM-j8vI/AAAAAAAAavw/YYAu8BbGv9Y/s1600/MANGALITSA.JPG

Maraknya informasi tentang mangalitsa cukup membuat masyarakat muslim khawatir terhadap peredaran daging Mangalitsa. Namun di Indonesia, jenis babi ini belum ada. Mangalitsa merupakan species babi dengan harga yang sangat mahal. Mangalitsa mengandung lemak antara 65-70%, sehingga hanya diminati hanya oleh kalangan tertentu di Hungaria dan beberapa negara Eropa lainnya.

Di Indonesia, peredaran daging hewan ternak diawasi oleh pemerintah, dalam hal ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Dalam ketentuan pasal 36 UU RI Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pemerintah berkewajiban untuk menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan pemasaran hewan atau ternak dan produk hewan di dalam negeri maupun ke luar negeri.

Di samping itu, produsen harus memenuhi ketentuan pencantuman label halal untuk setiap produk yang diperdagangkan di Indonesia, sebagaimana ketentuan pada pasal 2 PP No. 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Dengan ini,produsen daging tidak bisa serta merta mendistribusikan produksi daging mereka tanpa melalui izin dari Menteri Pertanian.






Kasubdit Produk Halal Direktur Urais dan Binsyar, Siti Aminah mengatakan, pengawasan masyarakat terhadap peredaran daging hewansangat penting. Ini menjadi faktor pendukung agar daging Mangalitsa tidak benar-benar beredar di negeri kita. Kontrol masyarakat diperlukan dalam mengawasi pangan yang beredar, tegasnya.

Lebih lanjut, hal lain yang perlu diwaspadai adalah barang gunaan yang berbahan woll. Perlu ketelitian dan kehati-hatian konsumen muslim dalam memilih barang gunaan yang tidak mengandung unsur haram.

Sumber

komentar :


Selengkapnya

Sejarawan: Pattimura Pahlawan Islam



Pattimura atau Thomas Matulessy lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817. Dia juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura, seorang pahlawan Maluku sekaligus Pahlawan nasional Indonesia.

Menurut buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis: "Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayahnya yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan.”






Namun sejarawan Mansyur Suryanegara berbeda pendapat. Dia mengatakan dalam bukunya "Api Sejarah" bahwa Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Dia adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja itu dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.

Kapitan Pattimura

Siapa yang tak kenal Kapitan Pattimura? Pahlawan Nasional yang gambarnya tertera di uang kertas Rp1.000 keluaran tahun 2000. Perjuangannya dalam mengusir penjajah Belanda di Maluku sudah tidak diragukan lagi. Namun yang menjadi kontroversi adalah agama yang dianutnya. Apakah ia beragama Kristen atau Islam?

Nunu oli/ Nunu seli/ Nunu karipatu/ Patue karinunu  (Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dan setiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya (demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batu besar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akan menggantinya).”






Kalimat puitis yang penuh tamsil itu diucapkan oleh Ahmad Lussy, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kapitan Pattimura saat akan menghadapi hukuman gantung oleh penjajah Belanda. Saat itu, 16 Desember 1817, tali gantung telah dililitkan di lehernya. (Kapitan artinya pemimpin, sedangkan Pattimura merupakan salah satu nama marga di Maluku yang beragama Islam)

Dari kata-kata yang diucapkannya, tampak bahwa Ahmad Lussy (dalam dialek Maluku disebut Mat Lussy) adalah seorang pejuang  berjiwa besar yang pantang menyerah. Sebagaimana pejuang Muslim yang digetari semangat jihad, ia tidak takut terhadap  ancaman maut.

Namun keberanian itu terdistorsi oleh penulisan sejarah versi pemerintah. M Sapija, sejarahwan yang pertama kali menulis buku tentang Pattimura versi pemerintah, mengartikan ucapan di ujung maut itu dengan “Pattimura-Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-Pattimura muda akan bangkit.”

Namun, menurut sejarahwan, M Nour Tawainella, penafsiran Sapija itu tidak pas karena warna tata bahasa Indonesianya terlalu modern dan berbeda dengan konteks budaya pada  zaman itu.

Puncak kontroversi tentang siapa Pattimura adalah penyebutan nama lengkapnya dengan nama Thomas Mattulessy, dari nama seorang Muslim  menjadi nama seorang Kristen. Thomas adalah nama yang lazim digunakan orang beragama Kristen. Sedangkan Mattulessy adalah salah satu nama mataruma (marga/fam/nama keluarga) Kristen di Maluku.

Celakanya, masyarakat lebih percaya kepada predikat Kristen itu, karena Maluku sering diidentikkan dengan Kristen. “Karena kita sudah terbiasa mendengar yang salah, ketika saya benarkan, yang salah itu dianggap benar, yang saya benarkan itu dianggap salah,” ungkap Ahmad Mansur Suryanegara kepada Media Umat, Senin (18/11) melalui sambungan telepon.

Muslim Taat

Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Ia bangsawan dari Kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah) yang dalam dialek bahasa Maluku disebut Kasimiliali.

Menurut Ahmad Mansyur Suryanegara, Kapitan Pattimura adalah seorang Muslim yang taat. Selain keturunan bangsawan, ia juga seorang ulama. Data sejarah menyebutkan bahwa pada masa itu semua pemimpin perang di kawasan Maluku adalah bangsawan atau ulama atau keduanya.

Bandingkan dengan buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit yang ditulis M Sapija. “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau bukan nama orang tetapi nama sebuah negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan.”

Ada kejanggalan dalam keterangan di atas. Sapija tidak menyebut Sahulau itu adalah kerajaan Islam atau kesultanan. Kemudian ada penipuan dengan mengganti marga Pattimura menjadi Mattulessy. Walhasil nama Thomas Mattulessy sebenarnya tidak pernah ada di dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku.

Berbeda dengan Sapija yang tidak menyebut Pattimura sebagai marga, Ahmad Mansur Suryanegara berpendapat bahwa Pattimura itu marga dan masih ada sampai sekarang. Dan semua orang yang bermarga Pattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikut agama nenek moyang mereka yaitu Pattimura.

“Di sana itu ada marga Pattimura dan tidak ada seorang pun yang beragama Kristen. Keturunan Pattimura beragama Islam,” ujar Ahmad Mansur Suryanegara.

Masih menurut Ahmad Mansur, mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaan Islam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitu banyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jaziratul Muluk (Negeri Raja-raja). Sebutan ini kelak dikenal dengan Maluku.

Ia juga menegaskan, semua gerakan perlawanan terhadap Kerajaan Protestan Belanda itu mayoritasnya Islam. Sedangkan orang Kristen sendiri jarang sekali, bahkan boleh dikatakan tidak ada yang melakukan perlawanan.

Ahmad Mansur pun menyatakan penulisan pemalsuan sejarah oleh pemerintah itu sudah biasa. Karena Muhammad Hatta, ---yang menghapus tujuh kata penerapan syariat Islam dalam Piagam Jakarta---  menurut Ahmad Mansur Suryanegara, meskipun beragama Islam tetapi tidak suka dan tidak menghendaki bangkitnya Islam politik.

Begitu juga dengan Muhammad Yamin ---yang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) saat itu--- memalsukan sejarah atau mengangkat orang-orang yang sebenarnya menentang sejarah, yang sebenarnya bukan pahlawan ditulis seolah sebagai pahlawan.

“Jadi Hatta dan Yamin tidak menghendaki Islam politik, maka nanti pengaruhnya terhadap P dan K dan lainnya itu lalu diangkatlah orang-orang yang sebenarnya menentang sejarah, yang sebenarnya bukan pahlawan dipahlawani,” bebernya.

Namun, perlawanan rakyat di bawah komando Kapitan Ahmad Lussy itu terekam dalam tradisi lisan Maluku yang dikenal dengan pepatah-petitih. Tradisi lisan ini justru lebih bisa dipertanggung jawabkan daripada data tertulis dari pemerintah. Di antara pepatah-petitih itu adalah sebagai berikut:

Yami Patasiwa/ Yami Patalima/ Yami Yama’a Kapitan Mat Lussy//Matulu lalau hato Saparuambuine/ Ma Parang kua Kompania//Yami yama’a Kapitan Mat Lussy/ Isa Nusa messe/ Hario/ Hario//Manu rusi’a yare uleu uleu `o/ Manu yasamma yare uleu-uleu `o/ Talano utala yare uleu-uleu `o//Melano lette tuttua murine/  Yami malawan sua mena miyo/ Yami malawan sua muri neyo//

(Kami Patasiwa/ Kami Patalima/ Kami semua dipimpin Kapitan Ahmad Lussy// Semua turun ke kota Saparua/ Berperang dengan kompeni Belanda// Kami semua dipimpin Kapitan Ahmad Lussy/ Menjaga dan mempertahankan/ Semua pulau-pulau ini// Tapi pemimpin sudah dibawa ditangkap/ Mari pulang semua/ Ke kampung halaman masing-masing/ Burung-burung garuda (laskar-laskar Hualoy)/ Sudah pulang-sudah pulang// Burung-burung talang (laskar-laskar sekutu pulau-pulau)/ Sudah pulang-sudah pulang/ Ke kampung halaman mereka// Di balik Nunusaku/ Kami sudah perang dengan Belanda/ Mengepung mereka dari depan/ Mengepung mereka dari belakang/ Kami sudah perang dengan Belanda/ Memukul mereka dari depan/ Memukul mereka dari belakang//)

Nama Kapitan Pattimura sampai saat ini tetap harum. Namun nama fiktif Thomas Mattulessy lebih dikenal daripada nama Ahmad Lussy atau Mat Lussy. Menurut Mansur Suryanegara, memang ada upaya-upaya deislamisasi dalam penulisan sejarah.

Sumber:
- Kapitan Pattimura: Korban Deislami Sejarah
http://mediaumat.com/sosok/5168-116-kapitan-pattimura-korban-deislami-sejarah.html

- Polemik Thomas Matulessy Bukan Kapitan Pattimura
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/628058-polemik-thomas-matulessy-bukan-kapitan-pattimura

komentar :


Selengkapnya

WOW MUSLIM - Portal Muslim Keren !

Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer

SHARE ARTIKEL INI 


Daftar Artikel Menarik Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Back to Top