Syaikh Abdul Majid Az-Zindani, Ilmuwan dan Ulama Kharismatik Yaman



  wow  Muslim  - Mungkin sekarang jarang kita temukan seorang ulama yang multi talenta. Di samping umumnya bergelut dalam dunia keilmuan, juga maju ke medan perang serta mempunyai andil dalam dunia kesehatan. Ya, dalam dunia kesehatan tepatnya dalam penemuan obat HIV pada tahun 2008.

Ulama asal Yaman ini memiliki sebuah universitas yang dibiayai sendiri. Ia juga aktif menulis kitab yang telah dikenal di berbagai belahan bumi. Langkah kakinya dipenuhi debu-debu jihad dan perjuangan di Afghanistan. Bahkan selama di negara kelahirannya dia aktif dalam kegiatan amar ma’ruf nahi munkar dengan mendirikan sebuah organisasi yang bernama Front Amar Ma’ruf Nahi Mungkar di Shan’aa`, Yaman.

Ulama yang pernah belajar pada Syaikh Abdul Aziz Bin Baz dan Syaikh Utsaimin ini sekarang  berada di bawah tahanan rumah di Arab Saudi.  Ia dilarang bepergian ke negara lain dan bertemu orang-orang Saudi atau mengadakan pertemuan media. Selain itu ia juga menjadi buronan Amerika Serikat karena keikutsertaannya dalam jihad Afghan.

Ulama kharismatik dan multi talenta ini adalah syaikh Abdul Majid Az-Zindaniy hafidhahullah.

Mengenal syaikh Abdul Majid Az-Zindaniy

Terlahir dari keluarga yang terpelajar di kota Bad’an, propinsi Ibb, Yaman pada tahun 1942. Sejak kecil Zindani mendapat bimbingan langsung dari ayahnya, syeikh Abdul Aziz bin Hamud al-Zindani. Jadi bisa dibilang sejak awal kehidupannya telah bergelimang dengan ilmu agama.

Syaikh Abdul Aziz berambisi besar dalam membesarkan dan mendidik anaknya. Pendidikan pertama Zindani ia dapatkan di Kuttab -Ibanul Hukmi Al-Imami fil Yaman-. Kemudian meneruskan pendidikan formal di Aden dan menyelesaikannya. Setelah itu Zindani melanjutkan studi di di Fakultas Farmasi di Universitas ‘Ain Syams Mesir hanya selama dua tahun.

Zindani memutuskan berhenti belajar di fakultas farmasi bukan karena tidak mampu secara intelektual. Namun, karena nalurinya lebih terdorong untuk mempelajari ulumuddien yang sudah ia geluti sejak kecil. Sejak itu pun ia mulai mendalami ilmu syar’i dan bertemu dengan para ulama terkemuka Al-Azhar. Selain itu, putra syaikh Abdul Aziz ini juga bertemu dengan para mahasiswa Yaman di Mesir yang dikepalai oleh Profesor Az-Zubairi. Kedepannya Profesor  Az-Zubairi banyak membantu Zindani mempelajari ulumuddien terutama dalam membuka cakrawala pemahaman tentang nash syar’i. Selama di negeri nabi Musa inilah, Zindani mulai mengenal Ikhwanul Muslimin dan berkecimpung didalamnya.

Di Kairo, Zindani kerap kali mendatangi masjid Al-Azhar untuk menuntut ilmu. Ia bermulazamah dengan banyak ulama dan menimba ilmu sebanyak mungkin. Ulama Yaman ini juga mulai tertarik mencocokkan makna ayat Allah dengan penemuan-penemuan ilmu pengetahuan modern di berbagai bidang. Selain sibuk dalam penelitiannya dalam ilmu syar’i, ia juga intens di dalam organisasi Ikhwanul Muslimin. Karena aktivitasnya di IM inilah ia dicekal oleh pemerintahan Mesir, dikeluarkan dari Al-Azhar dan dipulangkan  ke negara asalnya, Yaman pada 1962.

Kembali Ke Yaman

Zindani kembali ke Shan’a, Yaman bersama prof Az-Zubairi bertepatan terjadinya revolusi Yaman. Kedua ulama ini akhirnya hidup bersama sepanjang hidupnya. Pada masa itu terjadi kudeta militer terhadap kerajaan Yaman bagian utara. Yaman bagian Utara memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1918 setelah lama di bawah kekuasaan Khilafah Turki Utsmani. Setelah lepas dari Khilafah, Yaman Utara berdiri dengan nama: Kerajaan Yaman, dengan Raja pertama Yahya Muhammad Hamid ed-Din.Kerajaan ini berakhir karena kudeta militer kemudian lahirlah Republik Arab Yaman. Presiden Republik Arab Yaman pertama adalah Abdullah as-Sallal.

Partner Zindani, prof Az-zubairi menjadi korban dalam revolusi ini. Ia menghembuskan nafas terakhir tepat di samping Zindani di sebuah tempat yang bernama Bart. Sepeninggal sahabatnya, Zindani pergi ke kota Aden dan mendapat amanah mengelola Ma’had An-Nuur Al’Ilmi. Namun, tidak berselang lama  Zindani kembali ke kota Shan’a setelah revolusi berakhir pada tahun 1967.

Setiba di Shan’a, Zindani diberi amanah mengurus bagian pendidikan ilmiah di Kementerian Pendidikan dan Pengajaran. Ia pun juga diangkat sebagai kepala maktab taujih dan irsyad pada tahun 1975. Selama kepemimpinannya, Zindani bekerja untuk menciptakan interaksi intelektual yang luas dengan cara menghadirkan sejumlah pemikir Arab dan Muslim terkemuka ke Kementerian Pendidikan. Kesibukan Zindani lainnya adalah memimpin organisasi IM di Yaman.

Pengangkatan Zindani menjadi bagian penting di Kementerian Pendidikan membuat dirinya mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan Islam. Zindani menulis dan menyusun sebuah kitab tauhid bersama para ulama dan dijadikan buku ajar tingkat dasar dan menengah. Ia juga membuat kaset kaset dakwah dan diskusi untuk mendakwahi orang-orang non muslim. Buku dan kaset yang ia buat sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan diambil manfaatnya oleh banyak orang.

Hijrah ke Arab Saudi

Seakan masih haus akan ilmu, Zindani melangkahkan kakinya ke Haramain pada tahun 1967. Ia bertemu dan menuntut ilmu dari para ulama kibar Saudi seperti syaikh Ibn Baz, syaikh Al-Utsaimin dan lainnya. Selain memperdalam ilmu syar’i, Zindani juga mempelajari ilmu kedokteran, biologi, bahari, penciptaan manusia, falak, meteorologi, dan ilmu tentang koordinat. Konstribusinya besar dalam pembentukan lembaga “I’jaz Al-Ilmi fi Quran wa Sunnah” dan ia diangkat sebagai pimpinannya. Dalam dunia pengobatan,Zindani membentuk sebuah tim untuk membahas Thibbun Nabawi dan keistimewaannya.

Zindani juga ikut serta dalam muktamar ulama internasional yang diadakan di Rusia, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Mesir, Saudi dan tanah kelahirannya, Yaman. Ia pun ditunjuk sebagai pengajar dalam seminar-seminar, di sekolah dan universitas-universitas di Saudi. Namun, karena ada masalah antara Zindani dan pemerintah Saudi, ia memutuskan untuk kembali ke Yaman pada tahun 1970.

Kembali ke Yaman Lagi

Setibanya di Yaman, Zindani langsung disibukkan dengan rencananya untuk mendirikan sebuah universitas. Setelah melalui proses yang panjang akhirnya universitas ini  berdiri tahun 1414 H/1993 M di kota Shana’a dan bernama universitas  Al-Iman. Zindani bekerja sama dengan  para ulama terkemuka di Yaman. Berdirinya universitas ini menjadi mercusuar yang bersinar di dunia Arab dan muslim sedunia. Universitas Al-Iman termasuk salah satu universitas yang menjadi anggota Ittihad Jami’at Al-‘Arabiyyah (Persatuan Universitas-universitas Arab) sehingga menjadi pilihan mahasiswa maupun mahasiswi dari seluruh dunia. Tercatat ada lebih dari 50 negara di dunia yang mahasiswanya belajar di universitas ini. Diantaranya, adalah Tajikistan, China, Turkistan, Rusia, Kamerun, Inggris, Amerika, Australia, Palestina, Iraq, Arab Saudi, Malaysia, Indonesia dan sebagian negara-negara di Afrika.

Sejak awal Zindani sudah mencanangkan bahwa tujuan dari pada universitas ini adalah melahirkan ulama-ulama yang ‘alim bi dinihi (alim terhadap agamanya), ‘arif bi ashrihi (mengetahui perkembangan zaman) Almujtahid bi takhshishihi (Mujtahid pada bidangnya) , ‘amil bi ‘ilmihi (Mengamalkan ilmunya) Waro’ dan Taqwa.

Universitas ini memberikan fasilitas yang maksimal kepada para mahasiswanya, khususnya mahasiswa asing. Adapun fasilitas yang diberikan pihak universitas dibagi menjadi 2 jenis,yakni mahasiswa yang berstatus membujang dan mahasiswa yang berstatus berkeluarga.

Bagi mahasiswa yang berstatus membujang pihak Universitas memberikan :

Gratis biaya Kuliyah
Gratis biaya Asrama
Gratis Makan (3 kali/hari)
Sesekali mendapat uang saku
Bagi mahasiswa yang berstatus berkeluarga pihak Universitas memberikan :

Rumah tinggal tinggal gratis
Gratis biaya Kuliyah (suami dan isteri)
Menyediakan kebutuhan pangan
Tunjangan uang saku keluarga setiap bulannya
Kesibukan Zindani selalu berkutat dengan ilmu. Ia ingin mencurahkan segala apa yang pernah ia pelajari dan ditularkan kepada kaum muslimin. Selain dengan penerjemahan berbagai karya dan ceramah-ceramahnya, akhirnya ia berhasil membangun sebuah universitas sebagai bukti keinginan kuatnya untuk memajukan umat Islam.

Zindani juga  mengembangkan ilmu ‘Ijaz melalui lembaga bernama Pusat Kajian Ilmu Sains al-Quran dan Sunnah (1986/1406). Ia kembali mengkaji semua ilmu yang ia dapatkan ketika di tanah Haramain. Atas hasil penelitian yang  dilakukan terutama dalam bidang sains, Al-Zindani mendapat  perhatian dan dianugerahi gelar Doktor Kehormatan dari Universitas  Oum Darman, Sudan.

Di Yaman, ia juga mendirikan sebuah organisasi kelaskaran mirip Front Pembela Islam (FPI) di Indonesia bernama Front Amar Ma’ruf Nahi Mungkar di Shan’aa`, Yaman. Berada di bawah pimpinan Zindani, Front Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Yaman sering melakukan konvoi untuk merazia tempat-tempat pelacuran dan mencegah bertambahnya kegiatan pemurtadan.

Ormas itu juga eksis dan mampu memberikan perubahan-perubahan yang cukup baik terhadap pemberantasan kemaksiatan di Yaman.

“Tujuan razia tersebut adalah untuk membendung bertambahnya kegiatan kristenisasi di Yaman dan menyebarnya tempat-tempat pelacuran. Padahal, sejumlah para peneliti telah mengingatkan akan bahayanya pelacuran.”

Menurut Zindani, mencegah pelacuran dan maksiat merupakan tuntutan syar’i untuk menegakkan hukuman bagi para pelakunya. Terlebih, setelah berkembangnya isu penculikan para gadis dan dibawa ke tempat-tempat pelacuran.

Aksi yang dilakukan oleh Front Amar Ma’ruf Nahi Mungkar telah menuai hasil. Setelah adanya aksi tersebut, ada beberapa hotel yang tidak menerima pelanggan wanita tanpa mahram. Selain itu, ada beberapa perusahan swasta di bidang transportasi mengkhususkan kendaraan bagi wanita.

Zindani juga aktif dalam bidang politik dan menjadi anggota terkemuka partai Al-Islah. Tidak banyak informasi yang menyebutkan aktivitasnya di partai Al-Islah.

Jihad ke Afghanistan

Salah satu mahfudzot (kata mutiara bahasa Arab) yang cukup masyhur  yaitu

 الْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ

“Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah”

Kehidupan Zindani yang selalu bergumul dengan ilmu tidak menyurutkan semangatnya untuk mengamalkan ilmunya dengan berjihad. Selain dengan ceramah yang selalu ia sampaikan, Zindani ingin langsung memberikan contoh kepada para pemuda Yaman untuk memenuhi panggilan jihad. Zindani  ikut serta dalam jihad Afghan mengusir kependudukan Soviet di atas bumi Khurasan. Ada kabar yang menyatakan ia bertemu dengan para petinggi Al-Qaidah di sana,termasuk amir Al-Qaidah saat itu syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah.

Karena sebab inilah Amerika Serikat menyematkan tuduhan pendukung terorisme kepada Zindani. Sebuah tuduhan serampangan yang tidak berdasar sebenarnya. Ia disebut-sebut sebagai “Bapak Spiritual” amir Al-Qaidah. Zindani membantah hal ini dalam sebuah wawancara dengan Al-Jazeera. Ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang dosen dan pengajar, jadi setiap mahasiswa atau siapapun yang mendengarkan ceramahnya pasti menganggap bahwa dia adalah gurunya. Dan secara tegas dalam wawancara itu Zindani mengatakan tidak punya hubungan khusus dengan syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah.

Penemuan obat HIV


Sekitar tahun 2008, Zindani menyampaikan pengumuman perihal keberhasilan penelitiannya dalam hal pengobatan terhadap penderita HIV-AIDS. Pengobatan ini menggunakan obat herbal alami. Ia menekankan bahwa penelitian ini membutuhkan waktu 20 tahun bersama timnya.

Zindani menambahkan, efektivitas obat tersebut juga telah diuji oleh tim medis khusus di Universitas King Abdul Aziz, Arab Saudi dan di laboratorium Marinir AS. Demikian laporan Yemen Post medio 2008.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan stasiun tv satelit Al-Jazeera, medio 2007, Zindani telah melakukan uji coba terhadap 15 orang yang positif terkena virus HIV selama antara satu sampai tiga tahun, dan kini seluruhnya sembuh dari virus penyakit yang menghilangkan kekebalan tubuh itu.

Hak paten obat HIV-AIDS milik syaikh Abdul Majid Az-Zindani
Dalam sebuah wawancaranya dengan Al-Jazeera, Al-Zindani mengundang semua institusi obat dan kesehatan serta organisasi kesehatan PBB WHO untuk berkunjung ke Yaman dan menyaksikan langsung praktek pengobatan yang ia lakukan di sana. Ia juga mempersilahkan para pakar untuk menguji coba hasil penemuan ilmiahnya. Meski tak mau membeberkan komponen obat alami itu secara detail, terkait nama tumbuhan dan lokasinya, tapi Al-Zindani mengatakan apa yang dilakukannya bukan karena alasan ekonomis.

Obat yang ditemukan Zindani ini telah mendapatkan hak patennya di World Intellectual Property Organization (WIPO) dengan nama THE USE OF A HERBAL COMPOSITION FOR THE TREATMENT OF A PERSON INFECTED WITH HIV.

Selain itu, Al-Zindani juga menyebutkan bahwa ia dan timnya juga melakukan penelitian lain di Pusat Kedokteran Nabi Universitas Al-Iman untuk menemukan obat penyakit yang belum tersembuhkan lainnya. Sejauh ini, mereka juga mendalami penelitian obat Hepatitis B dan C.

Syaikh Abdul Majid Az-Zindani Saat Ini

Pada tahun 2014 ketika ibukota Yaman, Shan’a dikuasai oleh Syiah Hutsi, Zindani hijrah ke Arab Saudi untuk mencari perlindungan. Ia melalui kota Taiz di barat daya, sebelum menuju ke wilayah Saudi melalui pelabuhan Al-Wadia di timur dalam sebuah perjalanan yang digambarkan sebagai “petualangan” setelah melewati pos pemeriksaan Hutsi.

Di Arab Saudi, Zindani mengalami marjinalisasi sejak kedatangannya dan tidak mendapatkan sambutan dan rasa hormat yang layak. Pada akhirnya saat ini ia dijatuhi hukuman tahanan rumah. Pemerintah Saudi membatasi gerakannya dan mengizinkannya untuk melakukan perjalanan hanya di dua kota, Mekkah dan Riyadh. Ia dicegah untuk memasuki kota lain, termasuk Jeddah dan Madinah.

“Zindani dilarang bepergian ke negara lain dan bertemu orang-orang Saudi atau mengadakan pertemuan media,” ujar sumber itu sembari mengungkapkan bahwa Syaikh al-Zindani bermaksud pergi ke Turki untuk bergabung dengan anak-anaknya di sana.

Sumber itu juga menunjukkan bahwa Riyadh menolak untuk memperbarui tempat tinggal sejumlah tokoh agama yang tinggal di sana, atau membiarkan anak-anak mereka belajar, tanpa mengungkapkan motif di balik tindakan yang diambil terhadap mereka.

Semoga Allah selalu menjaga syaikh Abdul Majid Az-Zindani dan memberkahi setiap hembusan nafasnya. Wallahu a’lam bi shawab.

Penulis: Dhani El_Ashim
Editor: Arju

Sumber

http://www.aljazeera.net/programs/privatevisit/2007/2/25/
https://marefa.org/
https://en.wikipedia.org/
http://www.muslimdaily.net
http://quran-m.com/quran/researcherdetails
http://www.hreeb-bihan.com/vb/threads/hreeb1307/ 




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

[Bukti Ilmiah] Al Qur’an Terjaga Keasliannya, Manuskrip Kuno 'University of Birmingham' Ungkapkan Hal Ini

  wow  Muslim  - Penemuan manuskrip kuno, naskah Al Qur'an di University of Birmingham telah menjadi berita utama di seluruh dunia. Naskah ini menjadi bukti ilmah keaslian ayat-ayat Al Qur’an, sejak zaman Rasulullah hingga sekarang.

[Bukti Ilmiah] Al Qur’an Terjaga Keasliannya, Manuskrip Kuno 'University of Birmingham' Ungkapkan Hal Ini
Foto: Koleksi Universitas Birmingham, Inggris


Berdasarkan pengujian radiokarbon, naskah dalam tulisan arab kuno (Hijazi), diperkirakan berasal dari masa antara 568 dan 645 M (24 H), dan kemungkinan ditulis oleh salah seorang sahabat Nabi Muhammad.

Dalam rilis resmi yang disampaikan oleh pihak universitas, Rabu (22/7), Al Quran itu terdiri dari dua lembar perkamen. Ada beberapa bagian ayat dari surat Al Kahfi sampai Thaha di dalam perkamen tersebut. Namun tak semuanya utuh karena faktor usia.

Ayat Al Quran di perkamen tersebut ditulis dengan tinta kuno menggunakan huruf Arab yang dikenal dengan Hijaiyah. Selama bertahun-tahun, manuskrip tersebut itu tercampur dengan lembaran perkamen lainnya.

Perkamen tersebut dikumpulkan sejak tahun 1920an oleh Alphonse Mingana, seorang Imam yang lahir di dekat kota Mosul-Irak namun tinggal di Inggris. Koleksi Mingana kemudian disimpan di Universitas Birmingham di bawah Perpustakaan Riset Cadbury.

"Dengan memisahkan dua lembar dan menganalisis perkamen tersebut, kami membawa temuan menakjubkan dari koleksi Mingana," terang Susan Worrall, Direktur Koleksi Spesial di Birmingham.

Hasil tes radiokarbon menyebutkan bahwa perkamen tersebut ditulis antara tahun 568 hingga 645 masehi. Ini berarti ditulis berdekatan dengan masa Nabi Muhammad SAW yang hidup antara tahun 570 hingga 632 masehi.

Lembaran lain Al Quran tersebut, berada di Bibliothèque Nationale de France in Paris. Perkamen-perkamen tersebut berhasil 'selamat' menembus waktu dan membuktikan bahwa isi Al Quran memang tidak pernah berubah sejak diwahyukan.

Situs ilmfeed.com mencoba menulisnya kembali dalam bentuk tulisan arab masa sekarang.

[Bukti Ilmiah] Al Qur’an Terjaga Keasliannya, Manuskrip Kuno 'University of Birmingham' Ungkapkan Hal Ini
courtesy of ilmfeed.com


Grafik di atas menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pada teks Al Qur’an, mereka adalah identik. Tidak ada kata-kata atau huruf yang berubah.

Berikut adalah terjemahan dari ayat-ayat yang ditampilkan dalam grafik:


[Bukti Ilmiah] Al Qur’an Terjaga Keasliannya, Manuskrip Kuno 'University of Birmingham' Ungkapkan Hal Ini


1.Thaahaa.

2. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;

3. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),

4. diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,

5. (yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.

6. Milik-Nya-lah apa yang ada di langit, apa yang di bumi, apa yang ada di antara keduanya dan apa yang ada di bawah tanah.

7. Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.

8. (Dialah) Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.

9. Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?

10. Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.”

11. Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, “Wahai Musa!

12. Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Thuwa.

13. Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).


Catatan:

Perkamen adalah media untuk menulis yang dibuat dari kulit binatang. Yang biasa dipakai ialah kulit sapi, kambing, biri-biri, domba, dan keledai. Perkamen digunakan sebagai halaman dalam sebuah buku, kodeks atau naskah. Perkamen berbeda dengan kulit yang dipakai sebagai bahan.

Meski perkamen dalam proses pembuatannya direndam di dalam air kapur, perkamen tidak disamak. Sehingga perkamen peka terhadap kelembaban udara dan tidak tahan air. [Wikipedia]




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

Selamat Tinggal Gubernur Lama, Selamat Datang Gubernur Baru


Segala puji bagi Allah yang telah memberi kenikmatan kepada warga DKI Jakarta dengan terpilihnya gubrnur baru Anies Baswedan yang akan dilantik besok Senin 16 Oktober 2017.

Alhamdulillah... Terasa begitu lama DKI Jakarta dipimpin oleh sosok-sosok yang tidak mencintai apalagi dicintai oleh para Ulama dan Habaib, sampai pertolongan Allah datang dan Anies
Baswedan dipilih oleh warga Jakarta sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 melalui kemenangan super telak di Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017.

Semoga Allah senantiasa curahkan keberkahan dari langit dan bumi bagi pemimpin dan hamba-hambaNya yang beriman dan bertaqwa.

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡہِم بَرَكَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS Al A'raf: 96)

Semoga tetap istiqomah dalam menjalankan tugas Pak Anies, kami sangat bangga padamu 🖒🖒🖒

*NB: (Foto) Haji Anies Baswedan Ph.D saat menjadi Imam Sholat dan para Ulama dan Habaib menjadi makmumnya, termasuk pimpinan Majelis Rasulullah Habib Nabil Al Musawwa.

Foto satunya...? bye bye bye.



Anies Baswedan "Philosopher King"


Abangku Denny JA mengkategorikan Anies Baswedan sebagai "pemikir". Track-recordnya selama ini memang identik di seputar dunia edukasi. Dari Rektor Paramadina sampai Menteri Pendidikan. Prestasi dan kinerjanya bagus. Ngga ada red-note. Yang ada, Anies difitnah.

Denny JA berharap Anies bisa jadi apa yang disebut Plato sebagai "Philosopher King", seorang pemimpin ideal yang cinta ilmu pengetahuan, dan memimpin dengan kearifan. Ini harapan semua orang.

Karena itu, menurut Denny JA, posisi gubernur adalah tantangan bagi seorang Anies Baswedan. A challenge bagi seorang pemikir sekaligus sukses jadi pemimpin pemerintahan. Denny JA kasi pedoman menarik: Visi, Kerja, Inspirasi.

Denny JA luar biasa. Pengalaman memenangkan sejumlah presiden, gubernur, walikota memposisikannya sekaliber resi, empu atau wizard.

Pedoman "visi, kerja, inspirasi" hanya sepanjang 1 inchi. Tapi ini merupakan kondensasi semua teori dan praksis leadership. Mirip rumus special relativity-nya Albert Einstein: E=MC2. Short, simple, yet contains every things in the universe.

Tapi, saya yakin Anies (bersama Sandiaga Uno) bakal sanggup memenuhi ekspektasi Denny JA dan banyak orang.

Anies, bagi saya, bukan hanya seorang thinker. Dia mantan Ketua HMI MPO di Yogyakarta. Artinya, dia mantan aktifis. Akarnya di gerakan. Jadi lengkap saat Anies kemudian berkutat di dunia pemikiran.

Rumusan visi, kerja, inspirasi saya terjemahkan jadi "planning, eksekusi, legacy". "Having a plan" adalah variable paling elementer dalam kitab The Art of War. Rencana sama dengan kalkulasi. Sun Tzu berkata, "the general who wins a battle makes many calculations in his temple ere the battle is fought."

Having a plan atau make a calculation tidak berarti ribet, lamban, ragu-ragu. Ingat kata Einstein, "We have to simplify, simplify, simplify. It takes more time, more thought, and more courage upfront to develop simple, straightforward systems and processes."

Begitu juga dimensi eksekusi. Anies-Sandi mesti cepat, tandas, menukik pada targeted point. Karena itu, mereka harus punya team work solid. Sehingga mereka bisa mewariskan (legacy) yang akan selalu diingat dan jadi inspirasi masyarakat Jakarta. Karena itu, mulailah dengan Bismillah.

Saya kira, istilah "tantangan" lebih tepat disebut "kesempatan".

Bagi seorang aktifis, sekarang adalah kesempatan bagi Anies Baswedan mengeksekusi apa pun projeksinya. Sebagai gubernur terpilih, dia punya legitimasi suara rakyat. Tidak ada lagi hambatan dan gangguan yang bakal menghalanginya mengeksekusi sebuah program. Dia ngga bisa lagi dipecat tanpa alasan.

Kata kunci dari saya: menyatulah dengan rakyat. Anies-Sandi dan rakyat mesti bagaikan ikan dan air. And everything is gonna be alright.

(Zeng Wei Jian)



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

Video Penerobos Jalur Busway Mengamuk di Blok M Jadi Viral

  wow  Muslim  -  Seorang pengemudi mobil pribadi mengamuk dan memarahi pengemudi Bus TransJakarta di ruas jalur busway Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Pria tak dikenal ini marah karena mobilnya tertabrak Bus TransJakarta. Anehnya, pria itu tak sadar bahwa sebenarnya dia sudah bersalah, karena melaju di jalur khusus busway.

Apa yang dilakukan pria berkacamata itu kontan menjadi pembahasan hangat pengguna media sosial, apalagi setelah dua video yang merekam peristiwa itu beredar luas dan menjadi viral.
Video itu pertama kali diunggah di akun Facebook, Eris Riswandi, dalam video pertama berdurasi 21 detik, terekam detik-detik saat pria pemilik mobil pribadi mengadang laju Bus TransJakarta dan cek-cok mulut dengan sopir bus.
Saat pertikaian terjadi, penumpang yang ada dalam bus juga marah, mereka beramai-ramai meneriaki pria itu. “Bikin macet ini, bakar, bakar aja, hantam aja, hantam,” teriak penumpang.
Akhirnya pria itu masuk lagi ke mobil dan meninggalkan lokasi. Tapi, ternyata pria itu masih tak terima mobilnya tersenggol. Entah kenapa, tiba-tiba pria itu tetap melajukan mobilnya di depan Bus TransJakarta dan kembali mengadang laju bus itu, saat bus mulai masuk ke area Terminal Blok M, Jakarta Selatan.
Semua itu terekam dalam video kedua berdurasi 25 detik yang diunggah Eris. Pria itu nekat menghentikan mobil Toyota Yaris warna abu-abu monyet bernomor polisi B1615 BZE yang dikemudikannya di tengah jalur busway.
Dalam keterangan unggahan videonya, Eris menulis peristiwa ini terjadi kemarin, Selasa, 10 Oktober 2017.
“Tolong terkenalkan biar orang ini masuk TV.
Jadi pengendara mobil ini masuk jalur busway di Thamrin, trus kesenggol sama buswaynya. Akhirnya dia marah marah, karena lama dan orang juga pada takut telat trus penumpang nya marah marah dan belain supirnya. Eh ternyata gak cukup sampai disitu, pengendara mobil ini ngejar sampai ke pul bis di Blok M, gak tau tujuan nya buat apa malah ngalangin Busway lain…
Harusnya dengan bukti ini, pengendara ini sudah bisa di tilang dong ke rumahnya karena dia masuk jalur busway.
Kejadian nya kemarin 10/10/17”
Sementara itu, berdasarkan pantauan VIVA.co.id, sejak video ini diunggah, sudah lebih 200 ribu orang yang menontonnya dan sudah lebih dua ribu kali dibagikan. Lihat video berikut:




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

WOW MUSLIM - Portal Muslim Keren !

Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer

SHARE ARTIKEL INI 


Daftar Artikel Menarik Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Back to Top