Ketika Akan Mencabut Nyawa, Malaikat Maut Heran dengan Orang Ini







  wow  Muslim  - KEMATIAN pasti akan mendatangi setiap makhluk yang bernyawa, termasuk manusia. Hanya saja, waktu terjadinya tidak pernah kita ketahui. Sebab, Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang menentukannya. Bahkan, tempat terakhir yang kita singgahi pun menjadi suatu misteri bagi kita.

Sebagaimana, hal ini pernah terjadi di masa Nabi Sulaiman Alaihis Salam. Di mana, ada seseorang yang tak tahu bahwa ternyata ia akan wafat di negeri India, tempat yang cukup jauh dari negerinya.

Dikisahkan dalam fimadani.com bahwa Dr. Aidh Al-Qarniy dalam salah satu tulisannya pernah mengutip sebuah cerita yang terjadi pada zaman Nabi Sulaiman Alaihis Salam. Diceriatakan bahwa Nabi Sulaiman sedang berkumpul dengan para pengikutnya. Namun ada salah satu pengikutnya yang merasa tidak nyaman duduk berkumpul, karena ada seseorang yang tepat duduk di samping Nabi Sulaiman terus melototinya.

Kemudian dengan gelisah ia bertanya kepada Nabi Sulaiman, “Siapakah gerangan orang tersebut yang sangat tajam melotot kepadaku itu?” Nabi Sulaiman menjawab, “Ia adalah Malaikat Maut yang menyamar sebagai manusia.” Mendengar jawaban tersebut, pengikut tersebut kaget dan ketakutan, menyangka bahwa ajal akan tiba.

Kemudian ia berkata kepada Nabi Sulaiman, “Wahai Nabi! Mintalah kepada Allah agar memindahkan aku dengan angin-Nya ke tempat yang sangat jauh!” Kemudian nabi berdo’a maka hilanglah pengikut tersebut. Dalam suatu riwayat ia diterbangkan oleh angin ke negeri India.



Tak lama setelah itu, Nabi Sulaiman bertanya kepada malaikat Maut tersebut, “Kenapa kamu melototi orang tersebut seperti itu?” Kemudian ia menjawab, “Aku heran wahai Nabi. Aku mendapat perintah dari Allah untuk mencabut nyawa orang ini siang nanti di negeri India, tapi mengapa pagi ini ia masih berada di sini?”

Kematian adalah suatu misteri yang tidak ada seorang pun tahu kapan, dimana dan bagaimana ia meninggalkan dunia ini. Hal ini terbukti dari kisah tersebut yang menceritakan bahwa seseorang yang kini berada di suatu tempat, ternyata ketika ajalnya tiba, ia berada di tempat yang berbeda. Dan bagi Allah, memindahkan manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan wkatu singkat adalah suatu perkara yang mudah.

Maka, seyogyanya kita sebagai seorang muslim yang tak punya daya apa-apa untuk selalu memohon kepada Allah agar kita diwafatkan dalam keadaan yang khusnul khotimah. Tentunya, untuk bisa meraih itu, kita harus berusaha. Bagaimana caranya? Lakukanlah apa yang Allah perintahkan dan jauhi segala perkara yang Allah larang. Wallahu ‘alam.

Sumber

Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

Nasib Menjadi Wanita Pengikut Syiah… Miris Banget Baca Kisahnya...







  wow  Muslim  - Kasus wanita berjilbab dari Wisma Fatimah di Jl. Alex Kawilarang 63 Bandung Jawa Barat yang mengidap penyakit kotor gonorhe (kencing nanah) akibat nikah mut’ah. Seperti dilaporkan oleh LPPI yang berkasnya disampaikan ke Kejaksaan Agung dan seluruh gubernur, mengutip ASA (Assabiqunal Awwalun) edisi 5, 1411H, hal. 44-47 dengan judul “ Pasien Terakhir “,  seperti yang dimuat buku Mengapa Menolak Syi’ah halaman 270-273.

Berikut ini kisah selengkapnya:

Untuk kedua kalinya wanita itu pergi ke dokter Hanung, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin dikota Bandung. Sore itu ia datang sambil membawa hasil laboratorium seperti yang diperintahkan dokter dua hari sebelumnya. Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (drysuria) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (vaginal discharge).~

Sore itu suasana di rumah dokter penuh dengan pasien. Seorang anak tampak menangis kesakitan karena luka dikakinya, kayaknya dia menderita Pioderma. Disebelahnya duduk seorang ibu yang sesekali menggaruk badannya karena gatal. Diujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan acne vulgaris (jerawat) yang ia alami.

Ketika wanita itu datang ia mendapat nomor terakhir. Ditunggunya  satu persatu pasien berobat sampai tiba gilirannya. Ketika gilirannya tiba, dengan mengucapkan salam dia memasuki kamar periksa dokter Hanung. Kamar periksa itu cukup luas dan rapi. Sebuah tempat tidur pasien dengan penutup warna putih. Sebuah meja dokter yang bersih. Dipojok ruang sebuah wastafel untuk mencuci tangan setelah memeriksa pasien serta kotak yang berisi obat-obatan.

Sejenak dokter Hanung menatap pasiennya. Tidak seperti biasa, pasiennya ini adalah seorang wanita berjilbab rapat. Tidak ada yang kelihatan kecuali sepasang mata yang menyinarkan wajah duka. Setelah wawancara sebentar (anamnese) dokter Hanung membuka amplop hasil laboraturium yang dibawa pasiennya. Dokter Hanung terkejut melihat hasil laboraturium. Rasanya adalah hal yang mustahil. Ada rasa tidak percaya terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang berjilbab yang tentu saja menjaga kehormatannya terkena penyakit itu, penyakit yang hanya mengenai orang-orang yang sering berganti-ganti pasangan sexsual.

Dengan wajah tenang dokter Hanung melakukan anamnese lagi secara cermat.

+  “Saudari masih kuliah?”

–   “Masih dok”



+  “Semester berapa?”

–   “Semester tujuh dok!”

+  “Fakultasnya?”

–   “Sospol”

+  “Jurusan komunikasi massa ya?”

Kali ini ganti pasien terakhir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.

–   “Kok dokter tahu?”

+  “Aah,….tidak, hanya barangkali saja!”

Pembicaraan antara dokter Hanung dengan pasien terakhirnya itu akhirnya seakan-akan beralih dari masalah penyakit dan melebar kepada persoalan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah penyakit itu.

+  “Saudari memang penduduk Bandung ini atau dari luar kota?

Pasien terakhir itu nampaknya mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan dokter yang mulai menyimpang dari masalah-masalah medis itu. Dengan jengkel dia menjawab.

–  “Ada apa sih Dok…..kok tanya macam-macam?”

+  “Aah enggak,……..barangkali saja ada hubungannya dengan penyakit yang  saudari derita!”

Pasien terakhir ini tampaknya semakin jengkel dengan pertanyaan dokter yang kesana-kemari itu. Dengan agak kesal dia menjawab.

–  “Saya dari Pekalongan”

+  “Kost-nya?”



–  “Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”

+  “Di kampus sering mengikuti kajian Islam yaa”

–  “Ya,..kadang-kadang Dok!”

+  “Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”

Sekali lagi pasien terakhir itu menatap dokter Hanung.

–  “Bang Jalal siapa?”

Tanyanya dengan nada agak tinggi.

+  “Tentu saja Jalaluddin Rachmat! Di Bandung siapa lagi Bang Jalal selain dia….kalau        di Yogya ada Bang Jalal Muksin”

–  “Yaa,…….kadang-kadang saja saya ikut”

+  “Di Pekalongan,……(sambil seperti mengingat-ingat) kenal juga dengan Ahmad Baraqba?”

Pasien terakhir itu tampak semakin jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan dokter yang semakin tidak mengarah itu. Tetapi justru dokter Hanung manggut-manggut dengan keterkejutan pasien terakhirnya. Dia menduga bahwa penelitian penyakit pasiennya itu hampir selesai. Akhirnya dengan suara yang penuh dengan tekanan dokter Hanung berkata.

–  “Begini saudari, saya minta maaf atas pertanyaan-pertanyaan saya yang ngelantur tadi, sekarang tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur demi untuk therapi penyakit yang saudari derita,…………..”

Sekarang ganti pasien terakhir itu yang mengangkat muka mendengar perkataan dokter Hanung. Dia seakan terbengong dengan pertanyaan apa yang akan dilontarkan oleh dokter yang memeriksanya kali ini.

+  “Sebenarnya saya amat terkejut dengan penyakit yang saudari derita, rasanya tidak mungkin seorang ukhti mengidap penyakit seperti ini”

–  “Sakit apa dok?”

Pasien terakhir itu memotong kalimat dokter Hanung yang belum selesai dengan amat Penasaran.

+  “Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboraturium semuanya menyokong diagnosis gonorhe, penyakit yang disebabkan hubungan seksual”

Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak,

–  “Tidak mungkin!!!”

Dia lantas terduduk dikursi lemah seakan tak berdaya, mendengar keterangan dokter Hanung. Pandangan matanya kosong seakan kehilangan harapan dan bahkan seperti tidak punya semangat hidup lagi. Sementara itu pembantu dokter Hanung yang biasa mendaftar pasien yang akan berobat tampak mondar-mandir seperti ingin tahu apa yang terjadi. Tidak seperti biasanya dokter Hanung memeriksa pasien begitu lama seperti sore ini. Barangkali karena dia pasien terakhir sehingga merasa tidak terlalu tergesa-gesa maka pemeriksaannya berjalan agak lama. Tetapi kemudian dia terkejut mendengar jeritan pasien terakhir itu sehingga ia merasa ingin tahu apa yang terjadi.

Dokter Hanung dengan pengalamannya selama praktek tidak terlalu kaget dengan reaksi pasien terakhirnya sore itu. Hanya yang dia tidak habis pikir itu kenapa perempuan berjilbab rapat itu mengidap penyakit yang biasa menjangkit perempuan-perempuan rusak. Sudah dua pasien dia temukan akhir-akhir ini yang mengidap penyakit yang sama dan uniknya sama-sama mengenakan busana muslimah. Hanya yang pertama dahulu tidak mengenakan hijab penutup muka seperti pasien yang terakhirnya sore itu. Dulu pasien yang pernah mengidap penyakit yang seperti itu juga menggunakan pakaian muslimah, ketika didesak akhirnya dia mengatakan bahwa dirinya biasa kawin mut’ah.

Pasiennya yang dahulu itu telah terlibat jauh dengan pola pikir dan gerakan Syi’ah yang ada di Bandung ini. Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.

+  “Bagaimana saudari… penyakit yang anda derita ini tidak mengenai kecuali orang-orang yang biasa berganti-ganti pasangan seks. Rasanya ini tidak mungkin terjadi pada seorang muslimah seperti anda. Kalau itu masa lalu anda baiklah saya memahami dan semoga dapat sembuh, bertaubatlah kepada Allah,….atau mungkin ada kemungkinan yang lain,…?”

Pertanyaan dokter Hanung itu telah membuat pasien terakhirnya mengangkat muka sejenak, lalu menunduk lagi seperti tidak memiliki cukup kekuatan lagi untuk berkata-kata. Dokter Hanung dengan sabar menanti jawaban pasien terakhirnya sore itu.

Beliau beranjak dari kursi memanggil pembantunya agar mengemasi peralatan untuk segera tutup setelah selesai menangani pasien terakhirnya itu.

–  “Saya tidak percaya dengan perkataan dokter tentang penyakit saya !” Katanya terbata-bata

+  “Terserah saudari,…….tetapi toh anda tidak dapat memungkiri kenyataan yang anda sandang-kan?”



–  “Tetapi bagaimana mungkin mengidap penyakit laknat tersebut sedangkan saya selalu berada didalam suasana hidup yang taat kepada hukum Allah?”

+  “Sayapun berprasangka baik demikian terhadap diri anda,….tetapi kenyataan yang anda hadapi itu tidak dapat dipungkiri?”

Sejenak dokter dan pasien itu terdiam. Ruang periksa itu sepi. Kemudian terdengar suara dari pintu yang dibuka pembantu dokter yang mengemasi barang-barang peralatan administrasi pendaftaran pasien. Pembantu dokter itu lantas keluar lagi dengan wajah penuh tanda tanya mengetahui dokter Hanung yang menunggui pasiennya itu.

+  “Cobalah introspeksi diri lagi, barangkali ada yang salah,…….. sebab secara medis tidak mungkin seseorang mengidap penyakit ini kecuali dari sebab tersebut”

–  “Tidak dokter,…….selama ini saya benar-benar hidup secara baik menurut tuntunan syari’at Islam,…..saya tetap tidak percaya dengan analisa dokter”

Dokter Hanung mengerutkan keningnya mendengar jawaban pasiennya. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisisnya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh pasiennya. Dengan penuh kearifan dokter itu bertanya lagi,……..

+  “Barangkali anda biasa kawin mut’ah??

Pasien terakhir itu mengangkat muka,

–  “Iya dokter! Apa maksud dokter”?

+  “Itu kan berarti anda sering kali ganti pasangan seks secara bebas!



–   “Lho,… tapi itukan benar menurut syari’at Islam dok! Pasien itu membela diri.

+   “Ooo,…Jadi begitu,…kalau dari tadi anda mengatakan begitu saya tidak bersusah payah mengungkapkan penyakit anda. Tegasnya anda ini pengikut ajaran Syi’ah yang bebas berganti-ganti pasangan mut’ah semau anda. Ya itulah petualangan seks yang anda lakukan. Hentikan itu kalau anda ingin selamat”.

–  “Bagaimana dokter ini, saya kan hidup secara benar menurut syari’at Islam sesuai dengan keyakinan saya, dokter malah melarang saya dengan dalih-dalih medis”

Sampai disini dokter Hanung terdiam. Sepasang giginya terkatup rapat dan dari wajahnya terpancar kemarahan yang sangat terhadap perkataan pasiennya yang tidak mempunyai aturan itu. Kemudian keluarlah perkataan yang berat penuh tekanan.

+  “Terserah apa kata saudari membela diri,… anda lanjutkan petualangan seks anda, dengan resiko anda akan berkubang dengan penyakit kelamin yang sangat mengerikan itu, dan sangat boleh jadi pada suatu tingkat nanti anda akan mengidap penyakit AIDS yang sangat mengerikan itu,…atau anda hentikan dan bertaubat kepada Allah dari mengikuti ajaran bejat itu kalau anda menghendaki kesembuhan”.

–  “Ma..maaf, Dok, saya telah membuat dokter tersinggung!”

Dokter Hanung hanya mengangguk menjawab perkataan pasiennya yang terbata-bata itu.

+  “Begini saudari,…tidak ada gunanya resep saya berikan kepada anda kalau toh tidak berhenti dari praktek kehidupan yang selama ini anda jalani. Dan semua dokter yang anda datangi pasti akan bersikap sama,… sebab itu terserah kepada saudari. Saya tidak bersedia memberikan resep kalau toh anda tidak mau berhenti”.

–  “Ba…baik , Dok, …Insya Allah akan saya hentikan!”

Dokter Hanung segera menuliskan resep untuk pasien terakhir itu, kemudian menyodorkan kepadanya.

–  “Berapa Dok?”

+  “Tak usahlah,….saya sudah amat bersyukur kalau anda mau menghentikan cara hidup binatang itu dan kembali kepada cara hidup yang benar menurut tuntunan dari Rosulullah. Saya relakan itu untuk membeli resep saja”.

Pasien terakhir dokter Hanung itu tersipu-sipu mendengar jawaban dokter Hanung

–   “Terima kasih Dok,…….permisi”

Perempuan itu kembali melangkah satu-satu dipelataran rumah Dokter Hanung. Ia berjalan keluar teras dekat bougenvil biru yang seakan menyatu dengan warna jilbabnya. Sampai digerbang dia menoleh sekali lagi ke teras, kemudian hilang ditelan keramaian kota Bandung yang telah mulai temaran disore itu




Sumber


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

'Aku Meninggalkan Kota Disebabkan Seorang Penyihir Bernama MUHAMMAD ! '

  wow  Muslim  - SUATU hari yang panas, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam pergi ke suatu tempat. Di perjalanan di sebuah padang gurun, ia melihat seorang wanita tua membawa tas di kepalanya.




Nabi Muhammad membantunya. Ia langsung membawakan barang-barang wanita itu.

Nabi bertanya kepada wanita sedang menuju kemana dan mengapa melakukan perjalanan sejauh itu.

Si wanita tua itu menjawab, “Aku meninggalkan kota ini karena telah mendengar bahwa seorang penyihir bernama Muhammad sudah tiba di kota.”

Nabi hanya tersenyum. Sepanjang perjalanan, ia tidak mengatakan sepatah kata pun lagi kepada wanita tua itu.

Sebaliknya, Nabi dengan sabar mendengarkan wanita tua itu terus mencerocos menjelek-jelekkan “penyihir” yang ia sebut sebelumnya.

Lama-kelamaan, wanita tua itu memperhatikan pemuda yang menolongnya itu berwajah sangat ceria dan rendah hati. Si wanita tua juga menyadari bahwa keringat pemuda itu begitu wangi. Dia sangat terkesan.

Ketika mereka sampai di tempat tujuan, Nabi meletakkan tas kepunyaan si nenek dan hendak pergi begitu saja. Tapi wanita tua itu berkata, “Hai, orang yang baik! Setidaknya katakan padaku namamu!”

Nabi menjawab dengan sopan, “Saya adalah orang yang menyebabkan Anda meninggalkan kota.”

Wanita tua itu terkejut bukan kepalang. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang bicarakan kejelekannya itu justru berakhlaq sangat baik dan membantunya dalam perjalanan jauh itu.

Seketika ia menyatakan masuk Islam.


http://1.bp.blogspot.com/-rBmwj4YwOwQ/UKlsrddPpzI/AAAAAAAAAs0/lw_q7tp23LU/s400/New+Picture+(3).png

Sumber




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

BELAJAR DARI KISAH ini, "Kentut, Shalatnya Tetap Tidak Batal Kok!"




  wow  Muslim  - ADA sebuah kisah menarik tentang tiga orang pemuda yang akan menjalankan shalat. Salah satu dari mereka sudah bersiap diri menjadi imam. Sedang dua orang lainnya memposisikan diri sebagai makmum. Mereka bertiga shalat dengan begitu khidmatnya. Dua orang di belakang imam mengikuti gerakan yang dilakukan oleh imam.

Di pertengahan shalat, salah satu makmum itu kentut. Dan kedua temannya itu mengetahui. Tetapi, orang yang kentut itu tetap melaksanakan shalat hingga selesai.

Selesailah mereka melaksanakan shalat. Salah seorang dari mereka bertanya kepada temannya yang kentut, “Mengapa kamu tetap melaksanakan shalat, padahal tadi kamu kan kentut?” Kemudian orang itu menjawab, “Kentut itu membatalkan wudhu, sedang saya tidak wudhu, jadi shalat saya tidak batal!”

Kisah tersebut menggambarkan pentingnya mencari ilmu. Apa hubungannya? Shalat jika tidak dibarengi dengan ilmu, ya akan sama seperti kisah tersebut. Padahal, sudah dijelaskan bahwa ketika akan shalat, kita harus berwudhu. Sedang orang yang kentut tadi tidak berwudhu terlebih dahulu.


https://3.bp.blogspot.com/-wtCtEtObNU4/Vzk6X6yvD6I/AAAAAAAAA4o/9R4Xo_kDwA8cLiTfJTv8PzhXxGg8tm1JgCLcB/s640/jamaah%2Bmuda%2Bberiman%2Bdi%2Bmasjid%2Bpahala%2Bkeutamaan.jpeg

 Melaksanakan shalat seperti terlihat mudah. Kita hanya melakukan gerakan-gerakan sederhana dan bacaan yang cukup mudah dilantunkan. Hanya saja, jika tidak didasari dengan ilmu, maka hasilnya tidaklah sempurna. Bisa jadi, shalat yang bernilai ibadah itu, malah membawa keburukan bagi kita.

Sebanyak apapun kita melakukan ibadah, jika tidak memiliki ilmu, maka akan sia-sia. Hal ini terbukti dengan adanya suatu riwayat yang mengatakan bahwa orang yang tertidur tetapi memiliki banyak ilmu lebih ditakuti setan daripada orang yang banyak beribadah tanpa ilmu. Sebab, dengan ilmu, kedudukannya akan lebih tinggi. Atas dasar ilmu, ia bisa mengetahui sesuatu dan dapat membedakan mana benar dan salah.

Oleh sebab itu, kita jangan hanya terfokus menjalankan ritual ibadah saja. Mengetahui ilmu-ilmu tentang ibadah yang dilakukan penting kita pelajari. 

Sebab, ilmu dapat menyempurnakan ibadah yang kita lakukan. Sehingga, ibadah itu dapat benar-benar bernilai di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sumber 



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

Ternyata Allah Beberkan Dengan Jelas Dalam Al Qur’an Ciri-Ciri Jodoh Kita




  wow  Muslim  - Di dunia ini, seseorang memerlukan pasangan dalam hidupnya untuk membina rumah tangga dan memperoleh keturunan. Tak akan ada habis-habisnya pembahasan mengenai jodoh karena setiap orang menginginkan jodoh yang terbaik dalam hidupnya.


Jodoh pun menjadi persoalan yang pelik yang menguras habis pikiran terutama bagi mereka yang masih sendiri dan menginjak umur yang sudah harusnya telah menikah. Tak ayal berbagai pertanyaan seputar menikah pun akan berusaha dihindarinya.

Namun jangan khawatir karena Allah telah menetapkan jodoh makhluknya masing-masing. Jika sandal jepit saja sudah ada pasangannya, maka tentu manusia yang merupakan sebaik-baik makhluk pun pasti ada jodohnya.

Jodoh juga merupakan rahasia Allah yang tidak seorang pun mengetahui kapan, dimana dan siapa jodohnya. Meski demikian Allah telah membeberkan sejumlah ciri-ciri siapa jodoh kita kelak.

Bocoran Allah tersebut terdapat dalam Al Qur’an surat An Nur ayat 26 yang artinya: “Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik untuk wanita yang tidak baik. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik”. (QS An-Nur : 26)





Sangat jelas Allah memberikan gambaran bagaimana jodoh seseorang. Maka yang kini harus dilakukan adalah seperti apakah kita menginginkan jodoh kita dengan terlebih dahulu melihat diri pribadi apakah termasuk orang baik atau justru sebaliknya.

Wallahu A’lam


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

Putrinya Dilamar Oleh Seorang Pemuda, Ulama Besar Ini Lakukan Hal yang Tidak Diduga ini ...


http://2.bp.blogspot.com/-t1PkDs5BV-s/VhTIRgT6Z4I/AAAAAAAAAOo/CuICUEmSz9g/s1600/dr%2Bkhalid%2Bal%2Bmushlih.jpg

  wow  Muslim  - DALAM kajiannya di Al Qashim, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, seorang ulama besar negeri Arab yang terkenal, pernah didatangi seorang pemuda bernama Khalid yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa.

Setelahnya dari majelis muhadharah tersebut, beliau menghampiri Syaikh ‘Utsaimin yang hendak pulang ke rumah.

Syaikh ‘Utsaimin selalu berjalan kaki dari rumah ke tempat kajian begitu pula sebaliknya. Di tengah jalan pemuda itu nekat memberanikan diri untuk bertanya, “Syaikh, apakah Anda mempunyai anak perempuan?”
Ketika mendengar pertanyaan pemuda tersebut, Syaikh ‘Utsaimin berubah mimik mukanya dan bertanya, “Ada apa akhi?”

Pemuda itu menjawab, “Kalau ada, saya berniat meminangnya, bolehkah saya meminangnya?”

Lalu apa yang dilakukan Syaikh ‘Utsaimin? Apakah beliau bertanya usaha bapak kamu apa? Kamu sudah hafal hadits berapa? Sebelumnya kamu lulusan apa? Gaji kamu berapa? Tabungan kamu berapa? Bahkan Syaikh ‘Utsaimin tidak memberikan sebuah pertanyaanpun kepada pemuda ini, Syaikh ‘Utsaimin hanya berkata,

“Tunggulah kabar dariku, Insya Allah akan aku telepon.”

Lalu dalam hari-hari penantian kabar tersebut, pemuda ini mengalami kegelisahan juga, satu hari berlalu, dua hari berlalu, hingga sepekan berlalu. Ia bertanya dalam hati, “Apakah Syaikh lupa ya, perlukah saya mengingatkannya?”

Namun, pemuda ini teringat perkataan Syaikh yang menyuruhnya menunggu. Hingga akhirnya sebulan setelah peristiwa itu ada telepon yang dialamatkan ke asrama. Namun kebetulan pemuda itu sedang kuliah.
Akhirnya dari pihak asrama menyampaikan ke pemuda ini bahwa beliau dicari oleh Syaikh ‘Utsaimin. Dalam hati dia bertanya, “Kenapa ya Syaikh ‘Utsaimin mencariku?”

Ternyata pemuda ini sudah agak pesimis dan bahkan agak melupakan tentang permintaannya.

Ketika beliau melepon Syaikh ‘Utsaimin, beliau bertanya, “Ada apa Syaikh?”

“Aku ingin melanjutkan pembicaraan kita waktu itu akhi?”


“Pembicaraan yang mana, Syaikh?”

“Pembicaraan ketika kamu menyusul saya di jalan. Akhi, silahkan kamu lanjutkan prosesnya.”

Pemuda itupun terkejut, ternyata Syaikh ‘Utsaimin masih mengingatnya dan beliaupun akhirnya membalas pernyataan Syaikh ‘Utsaimin dengan terbata-bata, “Syaikh, perkenankan saya mengabari orang tua saya terlebih dahulu untuk kelanjutannya.”

“Silahkan akhi, saya tunggu kedatangan kalian.”

Ternyata pemuda yang bermodal nekat ini juga belum memberitahukan orangtuanya kalau beliau hendak melamar anak Syaikh ‘Utsaimin.

Pertanyaannya adalah apa yang dilakukan Syaikh ‘Utsaimin selama satu bulan tersebut? Inilah adab ‘ulama yang harus dicontoh oleh wali seorang anak perempuan…

Syaikh ‘Utsaimin ternyata menyelidiki sendiri tentang pemuda ini, dari pergaulannya, bagaimana di mata teman-temannya, di mata gurunya, bagaimana keseriusan dalam belajarnya, prestasinya di kampus, latar belakang keluarganya. Itu beliau lakukan sendiri! Bukannya langsung ditanyakan kepada pemuda itu di tempat itu dan saat itu juga. Dan akhirnya setelah mengetahuinya dengan jelas, barulah beliau memutuskannya setelah bermusyawarah dengan keluarga beliau.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

Isi Tas Sekolah Siswi Ini Bikin Seisi Sekolah Menangis

  wow  Muslim  - Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya?! Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya?

 Kisah ini terjadi di kota Shan’a, ibukota Yaman. Dimana di tempat ini angka kemiskinan memang cukup tinggi dan cukup banyak warga miskin yang hidup di daerah ini.

Di sebuah sekolah khusus putri di kota ini ada sebuah aturan yang mengharuskan pemeriksaan tas secara dadakan bagi seluruh siswi yang ada di sekolahan itu. Razia ini sendiri dilakukan tidak tertentu waktunya supaya siswi tidak dapat mempersiapkan barang bawaannya sebelumnya, razia ini sendiri juga ditujukan untuk memastikan para siswanya tidak membawa barang barang terlarang yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.

Razia ini berlangsung rutin dari tahun ke tahun dan tidak menemui kendala berarti, hingga suatu saat para guru menemukan sebuah temuan yang mengejutkan dalam sebuah tas milik seorang siswi

Gerakan mencurigakan seorang siswi


Seorang siswi yang selama ini dikenal diam dan pemalu serta mempunyai akhlak yang santun tiba tiba terlihat cemas saat sebuah razia tas sedang dilakukan oleh para guru. Guru yang melihat dari kejauhan sudah mencurigai siswi yang dikenal pintar dan menonjol dalam akademis ini.

Tim guru yang melakukan razia semakin mendekat dan segera ingin melihat isi tas siswi ini karena ia tampak mengeluarkan ekspresi yang mencurigakan. Saat mereka semakin mendekat dan ada di depan siswi ini, siswi ini terus memegang erat tas yang ada didepannya, membuat tim pemerika semakin penasaran ada apa yang ia sembunyikan didalam tas miliknya.

    “Buka tasmu wahai putriku..

Siswi ini memandang dengan wajah sedih, ia tidak tetap tidak mau menyerahkan tas miliknya hingga menimbulkan sedikit perdebatan antara ia dan gurunya

    “Tidak…tidak…tidak..”

Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya?! Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa?!

Guru yang semakin curiga dan penasaran terus memaksa siswi ini untuk menyerahkan tas miliknya, bahkan guru ini mencoba untuk merebut tas milik siswi ini namun tidak berhasil karena terus dipegang erat oleh siswi ini. Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya.

Seluruh kelaspun Kemudian Hening tanpa bersuara..

    Beberapa guru mulai berpikiran jauh, “Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut…??”

Untuk menjaga supaya kegiatan belajar mengajar tetap kondusif, guru guru ini membawa siswi ini ke ruang guru yang terpisah supaya kegiatan belajar mengajar tidak terganggu dengan kejadian ini. Air mata siswi ini mengalir deras, membuat semua guru bertanya tanya, apa sebenarnya yang ada di dalam tas siswi yang dikenal sangat penurut dan sopan ini.

    “Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?” tanya kepala sekolah untuk menenangkan siswi yang terlihat sangat ketakutan itu.

Guru menangis melihat isi tas ini


    “Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada!”

Siswi ini tetap memegang erat tas ini, bibirnya bergetar karena menangis. Akhirnya ia mengatakan apa yang ada di dalam tasnya ini. Jawabannya membuat guru guru yang ada di tempat itu menangis.

    “Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti.. Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut.”

    “Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para teman disekolah ini yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku makan sebagian dan membawa sebagian lainnya untuk keluargaku dirumah. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki apa apa untuk di santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini..”



    “Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami..,”



    “Itulan yang membuat aku menolak untuk membuka tas saat didalam kelas tadi, agar merasa sangat malu dan hina jika sampai teman temanku tau apa yang telah selama ini aku lakukan, mereka akan terus mencelaku di sekolah ini”

    “Hingga bisa bisa aku tidak mampu lagi menahan malu dan aku tidak mau meneruskan pendidikan disekolah ini, aku sungguh tidak mau seperti itu, karena aku yakin dengan Ilmu dari pendidikan disekolah ini kelak aku ingin merubah nasih keluargaku..”

    “Bapak Ibu Guruku yang aku hormati,,,Sungguh aku mohon maaf kalau perbuatanku tadi yang menentang kalian dan tidak sopan membuat kalian kecewa kepadaku..”

Siswi ini menjawab pertanyaan kepala sekolah dan guru guru ini dengan menahan air mata yang sedari tadi mendera wajahnya. Guru dan kepala sekolah yang ada di tempat itu tidak kuasa menangan air mata. Beberapa guru tampak menangis dan memeluk siswi itu erat erat.

Ini adalah satu kejadian yang bisa jadi ada juga disekitar kita tapi kita mengetahuinya dengan pasti, sebaiknya kita semakin memperhatikan orang disekitar kita untuk bisa lebih saling mengetahui dan berbagi satu sama lain terhadap mereka yang kekurangan.

Kita memohon kepada Allah agar selalu memberikan kekuatan kepada semua para penuntut ilmu yang mungkin saat ini dalam kondisi lemah ekonominya, hingga suatu saat nanti dengan penuh kesabaran & semangat dalam perjuangan akan diangkat Derajatnya oleh Allah, Amin!


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

 Portal Muslim Keren !  Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer  

komentar :


Selengkapnya

WOW MUSLIM - Portal Muslim Keren !

Sajikan Berita Unik, Menarik, dan Populer !

SHARE ARTIKEL INI 


Daftar Artikel Menarik Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Back to Top